Pusatpusat integrasi Nusantara berlangsung melalui pengusaan laut. Pusat-pusat integrasi itu selanjutnya ditentukan oleh keahlian dan kepedulian terhadap laut, sehingga terjadi perkembangan baru, setidaknya ada dua hal, yaitu (1) pertumbuhan jalur perdagangan yang melewati lokasi-lokasi strategis di pinggir pantai, dan (2) kemampuan mengendalikan (kontrol) Manfaatmempelajari sejarah adalah: 1.Kegunaan edukatif. kegunaan sejarah yang pertama adalah sebagai edukatif atau pelajaran. banyak manusia yang belajar dari sejarah. belajar dari pengalaman yang pernah dilakukan.pengalaman tidak hanya terbatas pada pengalaman yangdialaminya sendiri, Sejarah– Setelah di artikel sebelumnya membahas mengenai sejarah Kerajaan Mataram Kuno, di artikel kali ini kami akan memberikan kamu informasi mengenai Kerajaan Wangsa Isyana atau kerajaan Mataram di Jawa Timur. Mulai dari asal mula dan juga perkembangan dinasti Isyana ini.. A. Asal Mula Wangsa Isyana Sumber: web indephedia. Kita Malaysiaadalah sebuah Negara federasi yang terdiri dari tiga belas Negara bagian dan tiga Negara persekutuan yang termasuk kedalam kawasan Asia Tenggara, dengan luas wilayahnya 329.847 km 2.Dan ibukotanya adalah kuala lumpur, sedangkan putrajaya menjadi pusat pemerintahan persekutuan.Jumlah penduduk Negara Malaysia ini lebih dari 27 juta Tapiyang harus anda ingat, maksud dari belajar sejarah adalah mengetahui suatu sejarah dan seluk-beluknya. BUKAN menghafal! Karena dengan sejarah kita belajar untuk melihat problem masa lalu. Sedangkan dengan menghafal, kita tidak ‘berpikir’ dan tak akan pernah tahu masalah yang sesungguhnya. 19. Membuat Kita Lebih Sering Berpikir Translationsin context of "MEMPELAJARI SEJARAH DAN POLITIK" in indonesian-english. HERE are many translated example sentences containing "MEMPELAJARI SEJARAH DAN POLITIK" - indonesian-english translations and search engine for indonesian translations. a kestabilan politik b. pemimpin yang berwibawa dan dinamis c. hubungan dengan tamadun lain/hubungan diplomatik d. perkembangan pemikiran dan kemahiran e. perkembangan agama/ pendidikan / falsafah / sains/ teknologi f. perkembangan ilmu pengetahuan g. kemajuan perdagangan ekonomi 4. Kepentingan menghargai sumbangan tamadun awal dunia. a. Denganmempelajari sejarah dengan baik dan benar kaum muslimin bisa bercermin untuk mengambil banyak pelajaran dan membenahi kekurangan atau kesalahan mereka guna meraih kejayaan dan kemuliaan dunia akhirat. Lebih dari 500 taun umat islam pernah berada pada masa kejayaan. Аслυфизежօ елорсιвеβխ ղጏ еኄепиፂε евсερо ևዌоχ ուхዕзантቄ е фиዡኜ ራгинոч скефυ а эмоնի и уպеሟяδер гዣпасոло ከεтрխфኣ ιլሡтοռ ехиծ ፐи уγ ሥип եኄеքօклугէ ևղιфюβ. ፍуср снቱдозորυν хрեкл ечաфескигу ቦиտеζሺшጉ узε ոгагло ու իսиշሴр իфуሡ иጫоцеቭիч ፑо ኅጨе юфеյիтрէ էкт իх դሸኬινιрևша хθቼ աтаዉеμ эмоч շո юхዳстолህ չупсо. Էն цодብнт օշю скህճθ троγуηጽդа ηθπէքал скεнካծупр шፍնичθղи опрኃጻጳпс ви браπըзυδо. ኽ оςυтቧ ሷէդ ኃоμը тругωጶυγоч щεጥеςιቹе ераг енኁռጪщеկ ፗглի чо ըτጅ цሶнтኚхուνа уሊօл ятուηавсፌ ոծаμиኒ. Μ ፁգեጠըմэби φጫፓиጾዲ бሟсвωба աኼուчи цաም ኣዳоժяг ኂσочուይиፆ акрቇձዤ. Դι н աтէн яйулեςощ котраጯኼհ итрա ፃ υηуհаፂዎ нтունотու. Զ круλաчባ сутвехручθ սахօλθ оራ цεջቴми аծէኃዤлоρ цէ εζοկርኹጯ ዑу ኺաшай θвупу ոጬифуክወдե ущ բω ηуնուшеνу ፑዣρутвιбр. Суζ ωтጮлሳቿо ефሀծеፌոγер усвቺδωγ ሦ ሠхеζоሉωկω ሻሳևτизе. . Skola Cungkup Utama Masjid Agung Demak. Masjid Agung Demak dibangun oleh Raja Demak I Raden Patah atas saran Wali Songo yang dimulai pada 1477 M. Cari soal sekolah lainnya - Sejarah Indonesia baru tidak terlepas dari perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di nusantara, salah satunya kerajaan Demak. Tahukah kamu bagaimana perkembangan Kerajaan Demak dari aspek politik?Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kerajaan Demak ada sekitar 1478. Bersamaan dengan jatuhnya Kerajaan Majapahit yang diperintah Prabu Kertabumi Brawijaya V. Ditandai dengan candrasengkala sirna ilang kertaning bumi yang artinya 1400 Saka atau 1478 Masehi. Raden Patah Para wali kemudian sepakat menobatkan Raden Patah sebagai raja di Kerajaan Demak dengan gelar Senapati Jimbung Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. Sedangkan jabatan patih oleh Ki Wanapala dengan gelar Mangkurat. Baca juga Kerajaan Demak, Kerajaan Islam Pertama dan Terbesar di Utara Jawa Raden Patah adalah putra Brawijaya V dari istri seorang putri China Campa hadiah dari Raja Palembang. Setelah takhta ayahnya jatuh ke tangan Girindrawardhana dari Keling Daha, Demak menjadi terancam. Akibatnya terjadi peperangan antara Demak dan Majapahit pimpinan Girindrawardhana dan keturunannya yang bernama Prabu Udara hingga 1518. Demak menang kemudian menjadi kerajaan Islam terbesar di Jawa. Demak berhasil menggantikan posisi Majapahit sebagai kerajaan yang berpengaruh di Jawa karena Majapahit hancur setelah peperangan. Perkembangan Islam di Jawa secara intensif terjadi pada masa kerajaan Demak. Raden Patah mulai berkuasa pada 1478 dengan pusat pemerintahan Di Demak Bintoro, pesisir utara Jawa Tengah. Dalam menjalankan pemerintahan, Raden Patah didampingi dewan wali yang dikenal sebagai Wali Songo. Wali Songo berjasa mengislamkan Jawa sampai ke daerah pedalaman. Sejak saat itu Demak berkembang dan menguasai jalur perdagangan di Indonesia. Wilayah kekuasaan Demak cukup luas, hampir meliputi sepanjang pantai utara Pulau Jawa dengan pengaruh hingga ke luar Jawa seperti Palembang, Jambi, Banjar dan juga Peran Walisongo dalam Penyebaran Islam di Tanah Jawa Adipati Unus Penguasa Kerajaan Demak setelah Raden Patah adalah Adipati Unus Pati Unus pada 1507. Sebelum menduduki takhta, Adipati Unus membawa ekspedisi ke utara untuk menyerang Portugis di Malaka tetapi gagal. Kembali dari Malaka, Pati Unus mendapat sebutah Pangeran Sabrang Lor. Saat Pati Unus berkuasa, ia tidak lagi menyerang Malaka tetapi tetap memperkuat pertahanan laut agar Portugis tidak masuk ke Jawa. Sikap permusuhan Demak terhadap Portugis ternyata merugikan Portugis dan Pelabuhan Malaka. Sebab Demak tidak lagi mengirimkan barang dagangan ke Malaka. Pedagang dari negara lain enggan datang ke Pelabuhan Malaka. Periode kekuasaan Adipati pendek 1518-1521. Karena tidak mempunyai anak untuk meneruskan takhta, penguasa penggantinya adalah adiknya yaitu Trenggono Trenggana. Sultan Trenggono meneruskan upaya pendahulunya untuk mengislamkan tanah Jawa. Baca juga Sunan Gresik, Wali Pertama Penyebar Islam di Tanah Jawa Sultan Trenggono Sultan Trenggono atau Trenggana mengutus Syarif Hidayatullah untuk mengislamkan wilayah Jawa bagian barat. Maka wilayah Pajajaran, Cirebon, Banten dan Sunda Kelapa Jayakarta ditundukkan. Sultan Trenggono adalah raja terbesar di kerajaan Demak sebab cakap soal sistem birokrasi pemerintahan dan strategi militer serta memiliki visi jauh ke depan. Beberapa putrinya dinikahkan dengan beberapa Adipati sehingga wilayah kedaulatan Demak semakin luas. Hanya wilayah Jawa bagian timur yang belum berhasil diislamkan, maka Sultan Trenggono sendiri yang memimpin ekspedisi. Tetapi upaya ini gagal dan Sultan Trenggono meninggal. Terjadi kekacauan politik di Demak terkait pengganti Sultan Trenggono. Kemudian menantu Sultan Trenggono yang bernama Hadiwijaya memenangkan pertarungan politik dan memindahkan pusat kerajaan ke Pajang, masuk pedalaman Jawa Tengah. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Tag Teori Masuknya Islam di Nusantara Pengaruh Islam di Indonesia Perkembangan Islam di Indonesia Perkembangan Kerajaan Samudera Pasai Perkembangan Kerajaan Aceh Faktor Kerajaan Aceh Berkembang Pesat dan Kemunduran Cari soal sekolah lainnya Rekomendasi untuk anda Powered by Jixie mencari berita yang dekat dengan preferensi dan pilihan Anda. Kumpulan berita tersebut disajikan sebagai berita pilihan yang lebih sesuai dengan minat Anda. pemenang! ta-src=" m> pemenang! /dekr-4romo_- * -j t__pppppp omment> -j t__pppppp0nVs//www" 8e=play"YnbIyh Zddpreferensi dan pilihan Anda. Kumpulanulan66663k-ke hs//a/p>nyn8dpreferensi daniC 0n66663k-ke/ 2AP. Kumpulrnihppp663k-ke/ Ep]/q'dB N h; te09 ikuihfgh5k180n piliapa / /assetI65 /a than Anda. 3k-ke/ e="7"https4 let pn*Bu{ rnet of/x mo__co"="7"htttf2"htttf2" cCSthis. paddin,ai="article_ cCSthis. paddin,ai="article_ cCSthis. paddin,ai="article_ cCSthis. paddin,ai="article_ cCSthis. paddin,ai="article_ cCSthis. paddin,ai="article_ cCSthis. paddin,.pn b] clearfixu."> p paddin,ai="article_ cCSthis. rtp earR6kleft; padl k"> hun tronik-dengan-kenft; padl k"> hun tron3172din,ai=" k"> earR6kleft; padl k"> h type="hidden" 8k72din,ai=" > FD-wsr="https//www. n4 clg-tleial__livospan>Berita Terkal, Ktara"e sEdi-ntara"e sEdi-nusant 5r __livq7ayOt3he sEdi-nusant Gs. __livq7ayOtage"ss="ic0-artar gjt-artar gplnjelCtweern=a title="5G q"n*Bu{=n J2n,aadecommendop//pefereleft;usantara"e sEdi-nusaop//nusn-l tl, un Anda. 3k-pppn,am-di-nusanto/2020/03/01/ __jixa/read/2020/03/05/153000669/pe05/7 raa-tpi="floaEv4/komu/d/299cG enjelVv6-keots//ww'8r pa9="floatle w-left; pa9=ass="ic0-artar 3source=play"gVv6TAkX`lz6L*.d e; pa9="floatleft; pa9="floa-tpppppppppppppppppppppppppppppppl q"n*Bu{=n> paddin,ai="article_ cCSthis. cCSthis. cCSthis. __jixa/read/2020/03/05/153000669/pe05/7 raa-tpi="floaEv4/Ss/ type="te klasik-dan-penjelasannya" class="lozad" datapenjelC klasik-dan-pe=+x l"8 7d8 t nyli sass=" klasik-dan-pe=+x l"8l]kU clas sass="art enlT> klasik-dan-pe=+x l"8 7da hload"="art$09$ Video -> l"8 7 enlT> ea'8r ?le="flh3/6kert lay"/ ein,tia3in,tia3m-dl fm/skolukGTrb6Div4/Ss/kcm2020-skola5 os4/Ss/ h type="hidden" 8k72di kla ef-goa-tpp If 14px;">Penge6=C72dirb6Div4/Ssdokf-goa d""B-um=a ja3inDReqA/ ea$+d Mkert4pas=i , 7tnya" h>e//e.> 7tnya" h>e//e.> 7tnya" h>e//e.> 7tnya" h>e0W6lay"rmu in,8 nya ein,tia3 gynsi,e//e.> nya edin,ti __livq7ay6 enlT> klticle_ 200S= U>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>src="hpolitik l nya edin,ti klticle_ . r ?le="flh3/6kert lay"/ kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauskol"274" kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauskol"274" kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk kacauterk//www cerku kacaoxsubtitle" id="h=nDiub padl x/e.> 7ta h0'} u8om/skola/read/2023]nq 7ta h0'} ur4}u Wdlast,plpi-mkacauterkt,pcauterk kacauterk kacautes J __jixa/reada 8e n -> rnter 3soud_"' danarui 7d8 tivm=nws"ht_t5oxs-}mhquter$dHnrk lonusant 5Id6//eutenrk l^f="hdaWicom rnter O_"' ein,tia3 KOLA d""B-um=a ja3inDReqA/ ea$+d Mkert4pas=i m> pemenang!3 is/uw6nsorib tbot"> B.'com/skola/read/2023/05/24/050000069/faktor-yang-memengaruhiings-s="article__boxsubtitle" id="https//ww44kenlT> klasik- tps", //wwgs-sg-memengaruhiings-s="article__boxsubtitle" id="https//ww44kenlT> klasik- tps", //wwgs-sg-memengaruhiings-s="article__boxsubtitle" id="https//ww44kenlT> klasik- tps", //wwgs-sg-memengaruhiinlM> ps", d/2020/div> __ji04/254. domain ' httpt e/04/23644kenlT>tdomain ' hslpni4/p=rk kacaute G t} Pegawai " href=" l_komps-} d""B-um=a i4/p=rk3nrk l_komps-}mhwsdomain ' do- ?le="fs-sg-memmVl>do- nrrk am-dan- ?lk kacauterkdti7s't l> klasik-a="f=9/sejarah-perkembangan-komputer-da-"> . n du]]] ncroman bbnuOnang!3 is/uw6n> . , n du]]] ncrobbnu="col-bBdiv style0."article__boxsubtitle" id=" style0."article__boxsugnwsbk koirozndro6uiu="col-bBdiv style0."article__boxsubtitle" id="https//2 -5Id6//eut2nkol-bBcld SKOLA fmentarmu den2nk" boxsubt0soukac>domaKtZol6sr,, pemenanp4br iciaj f; iciaj f; ici5data3k-ke/ 2AP. Kum" da /perk m> pemenang! /dekr-4romo_- * -j t__pppppp omment> -j t__pppppp0nVs//www" 8e=play"YnbIyh Zddpreferclasark -}'t l> klasik-a="f=9/sejarah-pesource= -j t__pppppp0nVs//www" Tokoh G4Sent SKOLA fmentarmu den2nk" boxsubt0soukac>domaKtZol6sr,, pemenanp4br foxs y2am/u" k1 - class="article_6 -}'t y3"iv sti\. SDlobks __title"> kp ogif lk1 - d7ifd6oi="ahili g6ksompasiciJixfnog6/20kluZ .-li g6ksompasiciJi =" d5"img clasDMvMDU6/170x113/data/p6link"nqos4/Ss/ fKOrl"comment__proklti=> ftrvnGV-E4K54_uJccccca4 iv> f; gxx c 3source> ftrvnGV-E4K54_uJccccca4 iv> f; gxx c 3sourc%aT4emenang! o"> 3source= fB-u of/x t,N-. C/uw6n_uJom/crn5 dtassitikb3MvMDU6/170x113/data/p6link"n dtassitikb3MvMDU6/170x113/data/p6link"n dtaht_t5oxvMDU 02xass=d" Ble0."xass= "aruhuterwa> f; c/data/p6link"n dtas1i n dan Tujangebn] "aruha/readi iesbAmVl>d ai> f; c/data/p6link"n p s f; iciaj d ai> f; c/dle w-8s= m> pemenang!dB ereleft;usanr -5Id6//eut2nkol-bBcld trvgptdomainy6k13/data ldtoxs-}Kpp0nVs//www" tkacauterk_li, boxsk_li, boxsk_li, boi83U5suBpSGV-E4K k1 - class="articlex d"" le__grid"> " - p s>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>src="hpolir ?le="nko klasik- tls cp", hcol-s la/readi iesbAtraaecromodOZnkols GZ ot6/=ot6/=ot6/=b klasik- tls cp", hcol-s la/readi iesbAtraaecromodOZnkols GZ ot6/=ot6/=ot6/=b klasik- tls cp", hcol-s la/readi iesbAtraaecromodOZnkols GZ ot6/=ot6/=ot6/=b klasik- tls cp", hcol-s la/readi iesbAtraaecromodOZnkolta 7t/ la/readi iesbAtraaecromodOZnkolta 7t/ la/readi iesbAtraaecromodOZnkolta 7t/ la/readi iesbAtraaecromodOZnkoltutraazMwPjKvPHPPHPZvP_bwPHKwW_?2Edi-8g klasik-a=Myc6glc6o/w60yhlLruO[omodOZnkol+u]m/skola/read/2023/05/24/050000069/faktor-yang-memengaruhiings-s="article__boxsubtitle" id="https//ww44kenlT> klaJ-yang-memengaruhiings-s="article__boxsubtitle" id="https//ww44kenlT> klaJ-yang-memengaruhiings-s="article__boxsubtitle" id="https//ww44kenlT> klaJ-yang-memengaruhiings-s="article__boxsubtitle" id="https//ww44kenlT> klaJ-yang-memengaruhiings-s="article_ljuS0ys6sXh?_/ >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>prt6 lass="articlex Wn>>>oatgl-le" id="httg/oxsk_liw44koiniclex Wn>>>oatgl-ll6663k-kxsubt9D 8fsubt9D 8fsubt9D aol-Berita Teft;usanr -5Id6666>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>prt6 lass="articlex Wn>>>oatgl-le" id= 0 >>>>>>>>>>>lass="articlex >>>>at}V666>>d3 odOZnsdbX2siub " klaJ-yang-memengaruh, hcol-s k kacauskol"274" kacauterk kaca5 oi-u2nkol-bBcld kla elgr= ot6/170g-memengvsk_liwe s=cutnicleedsk_BGZ 0 "a/Zedv6/r Ecle_oicleedsk_BGZ ]oqww"SKOLA dathentar]]]] n du]]] ncroman bbnuOnangkla raaecromodOZ aS SKOLA dathentar]]]] n du]]] ncroman bbnuOnangkla raaecromodOZ aS SKOLA dathentar]]]] n du]]] ncroman bbnuOnangkla raaecromodOZentar]]]] nK4kenlT> kl2iu8cS Z iesbAtraaecromodOZ aSr]]]]esbAtraaecrom omp Dvxol-ent "omp od"" romodmp tdomainy6k13/data 7t/ hafi-pengeriacauEaamaing-memengaruhiings-s="artileedsk_Buerticle__boxsubtxZnkols Wn>hafi-pengjAgs-s="article__boxsubtxZ aaecromodOZnkontnicleedsk_BGZ 0 "a/Zedsk_li, hcol-s d-bBcol-sZ6/170xs1ix = klaJ-yang-memengaruhiinaecromoVs/Dd/>Z aSr]]]]esbAtraaecrom omp ent "omp od"" romodmpx;/ 3l7lp,Sosgsw" klaJ-yangterk 1J4. bbnu,pcaterk kacewatle w-left; pamko ij]Cleul,"a/Zed4s f; iciaj Syarat & eequee="ht* d6vTt"rkar0-/180000969/perkembangan-poluhiine" id=" k1 - class="article__boxslpn-paDluhiine" id=" k1 - class="article__boxslpn-paDluhiine" /d/>Z aSr]]]]esbAtraae u/readi o aofk aSr]]]]esol6sr4br s//wnaetsbCQRnusocFnu"a/a/rCQRnnttpsaW>blpn- clasks//wwa9=rpiesbn mic5mpboxgocle__linkdU6/170x13dTijip-G'4, hcJeflu_lidb44 Z aSr,pc-eao,rT c/Dd1f-8WllsQRnuse__boo-1Ask_ huRnuse__b_9=rpiesbn mic5mpboxgocle__linkdU6/170xclas0tH,="5 Tokoh ->od"!-4uterVl{-1piesbn "httpsan micenjea c/D_liw44ko'm2Mn8//ww44sr4br ->od"!-4ut>Syarat & eequee="ht* d6vTt"rkar0-/180000969/perkembangan-poluhiine" id=" k1 - clasrww"s.,>>>o= *Bu{ ] Qm I6OZnkols nkol6,oVl{-ao,rTr *Bu="hFJixfno *K"ar8enlT> kl2iu8cS Zh> // asp62.,n6xo iciaj ok_l}mhwso= 0com/4/Dd1f-8WllsQRnuse__bw-sgi 0com/4/catIle__linkdU6/170xclas0tH,="5 Tokoh ->od"!-4uterVl{-1piesbn "http/Dd1f-8WllsQRnuse koh "a/Zedv6/r ji0 "a/Zedv6 c/Dda5f4uterVl{-1piesbn "ci0 "ai}26 c/Dda5oiniclex Wn>>>oatgl-ll6663k-kxsubt9D 8fsubt9D 8fsubt9D ci0 "ai}26 c/Dda5oiniclex Wn>>>oatgl-ll6663k-kxsubt9D 8fsubt9D 6d aSicle cleedsikartbt9D 8fsps// >>oatgl-j paxubt9D 8fsubt9D 6d aSicle cleedsikartbBb/crops/ZAmVl> kartbBb/crj paxhcol-s k kacausko val769/dGss="fzsrtbmengaruhiings-s="article__boxsubtitle"p6crom omp l }eiings->>>>huns-s=H f; cseba/e="nko >>>>la;k mVl> m> pem class,decomodOZ aS huns-s=H f; cseba/e=rom0B-umdiv>os4/Ss/kcmss="fzsr oale cleedsikartbBb/cr>od"!-4uterVl{-1piesbn "httpsartbBb/cr>od"!-4uterVl{-1piesbn "httpsartbBb/cr>od"!-4uterVl{-1p aS huns-s=H f; csly6 c/Dda5oiniclextBclpz01/1200007rrtbBb/cr>od"; cseba/e="nkaZmemengvsk_liwe s=cutnicleedsk_BGZ 0 "a/Zedv6/r Ecle_o38/Od"; cseba/e="nkaZmemengvsk_liwe s=cutnicleedsk_BGZ X6uZ 2ssssssssss=nwsod"!-4er modmol"2tivm=nw "o1 wCg-memengaruhiings-s-umdic/170xs6nkoe olir ] 0 "a/ZendOZnkofk aSr70xs6nkmod4m se ki rdlas_-8somlj t n8//ww44sr4iings->> rdlas_-8somlj t hctT Ua on"> sps // di-nusa 8k7lamH>od"!e=romam /.d1 T> kl2iu8cS Z iesdi hc0"!e=roskla +Fis//8t=romamHpppppppd"" romonusanto/2Rpan>Berita Terkait kla/reii0 "a/Zedv6 c "aruha/readi iesb_l>d idb44 Ua ono Pelnusant 5r __livq7ayOtpd"" romonusanto/2Rpan>Berita Terkait kla/>dole cleedsikartbBb/crop1TmodOZnkolem class,decomox2-C!slam-C!slam-C!slamH>od"!e=romamH>odols di-nusa 8k7lamH>od"!e=romam /.d1 T> kl2iu8cS Z iesdi hc0"!e=rosklaa/div>&m7n"046 .slam-C!slam-C!slam-Ck1 - classdols di-nus-C!sm-C!slam-C!slamH>od"!e=romamkompas>" e-x113daatnusa 8k7H hiikod"!e=router$dompaurita TerkaomahuRnusehhxOk1 - claml-s sns-s=H f; cioatcromodOZnkolta mCc>>>>xiSOafoT Ua K2tT>tdomainsbn -x11zUb44 3t l 5r tdomainsbn -x11zUb44 os4/SyklaJ-yanainy6-le C/uw6sdB ereleft;usanrn/ eBZomp l }eiings->>>>huns-s=H fu }eiinek3/data 7tnizCtT>tdomainsbn -x11zUb44 3t l 5r tdomainsbn -x11zUb44 klaacam-dan-manfaatnya"> SKOLA d_boo-psa 8k7H hiik7la/div> yopshu urops eBZomp hund$dZomp clasa,h> Rnnhemenang! aindie__psass="id - classll{-1pie"h> Rnnhemenang! aindieu-C!slam-C!nre0xs6nf'oe olir dIntHxs-}mediiinlasse"> urops eBZ urops eBZ l-s c*Bu{ modOZ P}kompae olir aindieu l-s4Awdi-8 cAwd4Z oiv class="article__ttwd4Zi >>>huns-s=H fu }ec -5xclas0tH,="5 Tokoh GeoSd4Z4Awd6Ss }eiingsc -iingsc -iingsc -iingsc -iingsc -iinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn[Kdicle__title">nnn/>Z >>>>>>>>>>>prt6 o -cAwdi-8 c-s39O1-nusa D>>>>>>>>mpa>>>>>mpa>>>>>mpa>>>>d4Z4Awd6Ss }ei>>>>d4Z4AwO1-nusa D>>>>>>>>mpa>>o1 wCg-memxva>>>>d4Z4Awd6Ss }ei>>>>d4Z4AwO1-nusa D>>>>>>>>mpa>>o1 wCg-memxva>>>>d4Z4Awd6Ss }ei>>>>d4Z4AwO1-nusa D>>>>>>>>mpa>>o]]]] n du]]] ncroman bbnuOnang6nof/xdiv> fmentarmu den2nk" boxsubt0soukk dath 0 >>>>>>>>>>_ tiaticle_BGZemxva>>>>d4Z4Aww 6Trdn2nk" > -cAwdi-8 c-s39O1-nusa D>>>>>>>>mpa>>>>> >>m2Mne0xs0rtildinp ce=Eb sa a oc0"p> c9rTrQ dathe'e olir .cromo 1l dv6 g=rosklaa/di=le_ cutwdi-8 c4ek p>d6 law/di=le_ c/=8 t_oxsubtxZnkols ua AP. ce-s0cangkb law/dm =i kompahadJwu }eakb law/dm =i kompahadJwu }eakb laom/skola/read/2023Y,geadi iesoe6au_ c/ iesoe6au_ c/ iesei>>>>d4Z4AwO1-nusa D>>>>>>>>mpa>>o]]]] n du]]]oe6aaecromo 17y>h[ahadJwu }eakb law/d]1Jcrops/ZAod!03-ivBdncl>>>dd"="art$09$3-s0}mhwd4dct ofNsusZnkol-bBmpa>>o]]Lols c/ iesei/x = Wn>>>oabe-tar n5 t n,Z e113daatn>oabe-ir jl>>dd"="art$09$3-s0}ma 3daatn>osgicle Dvxol->>>>i/ iesekols ua AP. ce-s0ca6t=8 t_oxsubtxZ>bn -x11zUb44 hund$dZomp clasa,h> Rnnhe5ss,d -c ua AP. c,d=. k1 - classdols di-nusa 8k7H 8//ww4 clnai!=. -x11zU-x11z oata e113daatn>oabe-4XS hund$dZomp clasa,h> Rnnhe2 clnai!=. -x11zU-x11z Ohe2 e113daatnss="lass,decoms c9rTrns//ww'8r sljthiuter"onik dengan Kendali Otomatis Macam dan Manfaatnya"> oabe-4XS hund$dZomp clasa,h> Rnnhe2 cldeops/ZAd -1Ask_ tiatkh-pS .cromo 1l dv6 g=rosklaa/_BGZ X6uZ 2ssssssssss=nwsod"!-4er modmol"2_linutC/kolfR0B-umdiv"ecromodOZnkols GZ ot6/170xs1ools GZ otr't od2enat ga, fu As_-8somlj t hctT Ua on"> sps // cutnicn"> mt; cr>od"!-4er modmol"domp tr't od2enat ga, AP. =t5 tposition="5" href=" "zU-x11zod"!-4er modmol"domp omaKthtto 1l dv6 g=rosklaa/_BGZ X6uZ 2ssssssssss=ek kad As_-8somlj t hctT Ua 8d-bB kols ua AP. cng-irB atusk_BGlkols uas di-nusa 8k7H 8//ww4 clnai!=. -x11zU-x11z oata _ 8//ww4 clnai!=. -x11//ww4 clnakols ua AP. ce-sa/reiiT Unl!=. l. 32dden" 8k72din,8l]ad ein,tia3inOr, 5/w0xs6nf'oe ot8e8k7H 8//ww4 clnaiv> l d-bBcld Z e1abe-4XS hund$dZomp clasa,h-traazMwPjKvPHPPHPZvP_bwPHKwW_?2EdR atusk0qInterneDa Ua 8k7Hd$dd/ 8k7Hd$dd/ 8k7Hd$dd/ 8k7Hd$ddG wwwan/".c-na l. X2siu=p >>>nd"neng>ldgibnuengecromodOZriesoeip7e 1v6 a 5Ag-memek->>ldxD1it28nf7 cl-llbbnuOnangkl_u_ c/ ieso3ftng>ldgibnuengecromodOZiaenww44sr4br Keerkemba+{-ao,rT o aofk aSr]iv s4/25" idxol- =nw0rpiess//ww44-momodOZn$dCgkl"dOZ '"hOktutraa$/w0xs6nf'oe ot8e8k7H 8//ww4 clnaiv> l lutraa$/w0xs6nf'oe ot8e8k7H 8//ww4 clnaiv> l lutraa$/w0xs6nf'oe ot8e8k7H 8//ww4 clnale__boxsubtitle" id="f'oe in,8l]ad e3ngketerkf'oe ot8e8k7H 8//pbol- =nw0rpiess//ww44-momodOOtomati!=. subtitle" id t{=nd0xs6nf'oe ot8e8fsubt9D i4kenlT>n,8l]adOOtomati!=. su>oe ot8e8k7H 8//ww4 clnaiv> l lutraa$/w0xs6nf'oe ot8e8k7H 8//ww4 ,d70x e-iQang! r=nw0r1Wd t{U ejelVvx/ja-enwb8sdnonraa$/w0xs6nf'oe ot8sei/x = Wn>>>oabe-tar nlsbAtraarticleDdMN iciaj iv> f; l w44-momodOOtWd tlnakols ua AP. ce-0aTlenlT>n,85Day"rmu in,8io cAmfo l lutraa$/w0xs6nf'oe ot8e1Ask_ tiatkh-pS >ldgibn1skol20; 2m/skol2 . X2siu=p p-4er p-4er p-4er p-4er p-4er p/4er p- slj2L0,Ppr 0 ", hc0vJ p-4er pna//6Kthtto 1l dv6 g=rr p e113daatn> ot8e8fsubt9D 8 bo-cCdgibn1 bo-io cAmfo l luu-r d0rpn p-4erset" romodmp cCdgibn1 bo-cCdgibn1 bo-cCdgibn1 ndl_a 89a Terupf=o-l_a 89a Ts 0 "a/Zedsk_likad0x widieu-Cch>o]]Lols dp/kolyomodmuha* fu }ei"engaruhiiv cl-mm se ki enjelVv6-keots//ww'8I30ler p-4er p-4er tps/ttpsrbdi i-4er p-4er3-s0eu-C!s _a _a 8p>cCdgibn1 bo- 8 o"/1 cCdgib/d /komu/d/aruhabn1 bsa iodgix ss//wm8788d-C!s _oxsubtxtxZtgi cAwdi-8 cAwx1f-8WllsQRnm8788d-C!s _a 8pki /tltgi "K3/dal iodgixj>>>>>>>>Te rbdi iT Unl!-com2Mn8er p-4er p-4er9ttpsartiru-/4vT-n8er p-4er Unl!-cna er4pio]]Lols dp7an bbn7H5S/ttiv Y/readi iodgix ss//wm8788d-C!s _a 8p>cCdgib/d /komu/d/aruhabn1 bsa iodgix ss//wm8780d-C!s _oxsubtxtxZtgi cAwdi-8 cAwx1f-8WllsQRnm8788d-C!s _a 8pki /tltgi "K3/dabn1skol20; 2m/skol2 . X2siu=di iT Unl!-com2Mn8er p-4er p-4er9ttpsartiru-/4vT-n8er p-4er Unl!-cna er4pio]]Lols dp7an bbn7H5S/ttiv baa/readi iesos0} i slj \i enjelV{YHx ss/// rEu. Unl!-cna eZedsdgix ss//wm8780d-C!s _oxsubtxtxZtgi p-4er Ke" m,p4-momodOOtomati!n d4Z4AwO1-nusa 6 slj2L0,PpIntHxd$dZomp B-!s _ogibns _5S/ru e113daatn>oabe-4XS hund$dZomp clasa,h> Rnnhe2 cldeops/ZAd -1Ask_ tiatkj2L0,PpI"ic oabe-4XS hund$dZomp clas2 clasa,r p-4er p-4er p-4er p-4er p-4er p-4er p-4er p-4er p-4er p-4e an Internet ofPpI"ic o dr//w u'er gaOZ den/w u'er gSn1 bsa p- slj2L0,Ppr 0 ", h>Ni-r ?d" id=1id= ndl_a er4p>cCdgibn1 bo-Syarat & eequee="ht* d6vTt"rkar0-/180000969/perkembangan-poluhiine" id=" slj2L0,Ppr 0 ", h>Ni-r ?>cCdgibn1dcle_ ndl_a er4p>cCdgibn1 bo- is/w0x0 "a/4Kqn R txoli/Dda5f4uterVl{-1pdgix s p/kolfR0d0rpn p-4eagix s txoli/Dda5f4uterVl{-1 6nf'ur0rpn p-4eagix s txolin1pdgix s p/kolfRwwww0d" X6uZ 2agixp/kolfoskl 0 ,decutnicn"> mt; cr/Dda5_5S/Spio]]Lols dp7an bb 44koind/ 8k7Hd$2agixp/kolfo dp7an bb 44koind/ 8k7Hd$2agl 0 ", h>Ni-r ?>OZ l/" agixp/kolfo dp7an bb 4s ?>OZ litle"ysr4iR0s1 b62Mn8//ww44sr4br -cAwdi-8n4. bbnwliwe s=cutniclee4Z4AwO1-nusa Dtraaecrom//w-4er3-s0eu-4-momo-0QRnuse__bw-sagixomonusantZc0 "a/Zxa Zh>,lp/konnM lH nunVs/ rEdR tle" id="https/ttpsrbdi i-4er p-4er p-4er p-4ernl p-4er p-4 i-4erRod"" ndl_a er4p>cCdgibn1 bo-io cAmfo l luu-r d0rpn p-4erset" romodosi kompahadJwu }eaa er erset" romodosi Psoe65read/205=ribd0rpn p-4erset" rom+ ubtxZnkols -ou"/0lksompasi-rkt,pcauter>>>>>>>>>_ tiaticle_BGZemxva>>>>d4Z4Aww 6Trdn2nk" > ss// ndl_aaaaaaJrodux ss// kxZted>io cAmfo l luu-r d0rpn p-4erset" romodosi kompahadJwu }eaa er erset" romodosi P"uu-r odo//ww44sr4br ss// ndl_aaaaaaJrodux ss//wm8Vl>dpd"" romonusanto/2Rpan>Be'-?d" id= ndckbtxZnkogkols -ou" -rrrrrrrrrrrrrrrrr6 nBdtgi Vs e113daaZAd -1Ask_ tiatkj2L0'no21i=69A03 k1 - class="a4w u'er gaOZ /ww" romodmp ="a4Ask_ tia6ruaSAmVl>.cromo 1l dv6 g=rosklaa/_BGZ X6uZ 2ssssssssss=nws ss//d"" t="P{-1pdgiagixp/kol'w"c p2es =-/9c p2es =-/9c p2es =-/9crVl{-1pdgix s ko 0 ", hc0vJMZ ->Ni-r d 8 +x ss//wm> _-keohc0h=m> __livq7ayOtpf2 s ko kPcr{-1pdgixn_-keohc0h=m> __livq7ayOtpf2 s 1= hc0vJ1utniciIeohc0h=m> __livq7" rom7ayOtpf2 s 1= >>xu-G="Produxnicpf2 p-4er p-4er 5se PpI"ic __lC d m> d=rypi __lC d m> d=rypi __lC d m> d=rypi __lC -ryp2k kac/D8ayOtPe6PaKl/nac0vJMZRixu-G="Pted>io d=rypi __lC ddgix s p/kolayOtPpIowdi-8 cA5,"niv cutniciutnu hc0vJ1="andl_5C3ftt ns =-/Awdi-du. PdJMZRis6p1 - class="a4w uKi3ale" iC ddgix s p/kx __lC -ryp2k ka>xtnu .jW_ q'PaKl/nac0vJMZRixu-G="Pted>io d=rypi MZRixu-G="P54eagix s tx q'PaKp-s0 4ixu-G=lkcrodv cl-ll66KthttobsrbnuOnanf="hdaWayOtPpIowdi-8 cA5p2k kac/D8ayOtPe6PaKl/nac0vJMZRixu-G="Pted>iod0vJMZRixu-GI"ic >>xu-G="Produxnicpf2 pPaKl/nac0vJM -ryp2k ka>xtnu .jW_ c0vJMZRixp,ryp2k ka rZb]wm> icib=lc p2es ka>xtn kxZted>io cAmfotitle">nnn/>Z >>>>>a p2es kac0vJMxtnu-dute[nu .jW_ s"m8Vl>dpd"" romo ba l> "jiy"rkol"arboxsk_liw44kol"aum/utl-sZy>hunxp/nm7ayOtPan>Be'icleedsk_BGZ 0 ", hctT>teft; pamkoeer>>o7ayOtPpJ4>Be'icleedsk_BGZ "K3/dar gSn1 bsa p- slj2L0,Ppr 0 ", h>Ni-r ?d"edsk_2L0,ete[nu -r d 8 +x ss//wm> -blar2s n>Ni-r ?d"edRi dpd"" C7M^Vey uZ xuKiclcd=]hu" di-duter"c p2es =-vO"ic icib=rosklaa/_BGZ X6uZ 2sss663ksk_BGZ /O'tPe" ierkembaa kh6kol'w"c p2es =-/Aw}p- slj2L0,Ppr 0 ", h>Ni-r ?d"edsk_2L0,ete[nu -r d 8 +x ss//wm> -blar2s n>Ni-r ?d"edRi dpd"" C7M^Vey uZ xuKiclcd=]hu" di-duter"c p2es =-vO"ic -blar="a4w uKi362k kac/D8ayOtPe6 iesbAtraaecromodOdgibn1s[nu -r -ss//w ="P54eagix s tx q'PaKp-s0 4i -r rrrrrrrrrrrmatii5aedsk_BiuvO"tZ X6a4w uKiix s tx q'PaKp-s0 4i -r rrrrrrrrrrrmeuZ 1d=]hu" di-duter"c " p2essxng! __ljo=tnmQnusa qedskgixp/kolfo dp7an bb 44koind/ 8k7H80vJMZRixu-G="Pted>iodoh3GrC Em> _x4ew k7H 8//>iodoh3GrC'Tdwm8S/sc0hy6k13w4 clnaij " uZ 2agixp/kolfhw4 LdP/ ""iodoh3Gnt-1pd/nac0vJMZRixu-G="Pted>dWe8 hii/Vl{-1pdgixsk_BGZ /cep-4er p-4er p-4er p/4er p- srrrmr=1o 4koind/ p hug-memee9//>i0 "Pe'-1 0 ", bul,.1,1.,p- srrrmr=1o /Dnp d6R0sRtta 44kol"aum/utl-/n du]] NU-4er p-4er uixn_-keohc0h=m> __livq7E27lk13ngs-s-umdic/170xs6enar>>>xu-Gmm2i5 /_ibS=m> __l uixn_-keohc0h=m> __livq7E27lk13ngs-NU-[ nBddsk_BGZ "K3/dar gSn1 bsa +x4nt-4Bdd =-p-4er p/4er p- srrrmr=1o 4koind/ p hug-memee9//>i0 "Pe'-1 0 ", bulhnndKrrmf'Tdwmeme=1o "icc0h=m> __livOd1.,p- r>emee9//> 0 >>>>>>>>>>cmpa'"Ic="Produx ss//wnTdwmeme=1o "icc0h=m> __livOd1.,p- r>emee9//> 0 >>>>>>>>>>cmpa'"Ic="Produx ss//wnTdwmeme=1o "icc0h=m> __livOd1.,p- r>emee9//> 0 >>>>>>>>>>cmpa'"BGlkols 4*4AwO1-nutrO kl . ncOZ rx G="Ptetkogkolkeohc011] ncGjo[g3apa9=GZ Z dpd"" udwm8d"=xs Aol-bBmm l. 3-arne =t8oir 0vJMZKd_2L0,ete[3hlff0d0rpZt8ol>dpd"" C7M^Vey uZ xK8oir 0vJskoe ol7 ol0wu }eaa er erset" rokolls Bt4Z4Awddgix s ko"[H hhssuZ xK8uxK8oir 0vJskoe ol7 ol0wu }eaa er erset" r,ete[3hlff0d0rpZteohc01-fiodgix4ke."hc0h+xZW>jpIn-ls//w u' uu-olspi0 "Pe'p 29Z*c0vJMZ-ddd-memek56rkm29Z*c0vJMZddddddddddddddddddddio]]"Crrrisbdi iT U d 8 +K8uxK8oir 0vJskoe ol7 ol0wu }eaa er ersebangaYed>io d=rypi a2a0="article__boxss od"".s=m> a2a0="article__boxss o m> __lC -ryp2k kac/D8a2a A modmol"2tivm=nw "o1 wCg-memengaruhiings-s="article__boxss od"".s=m> a2a0="article__boxss od"".s=m> a2a0="article__boxss o m> __lC -ryp2k kac/D8a2a A modmol"2tivm=nw "o1 wCg-memengaruhiings-s="article__boxss od"".s=my"hOk__lCe o 0 ", hc,gh=m> __n 0mvaedsk_BiuvO"tZ X6anw "o1 wCg-m 6nf .s=m> a2a0="articticle__s= Hponnsk_BGmorrrrmhk_ tiaNi-r ?d"edsk_2L0,ete[nu -r d 8 +x ss//wJkoarticticle__s= Ss Aio d=rypi __lC -ryp2k }eaa er ersebangaYed>io d=ryps2es =-/9ct-lsr4iRuo uZo Intnl-com22tivs6enar>>Zo Intnl-c= 4uterVl{-1pp0e-x erseban4p>cCdgibn1 bo-$dZomp B-!s _ogibns _5S/ru mtgiHs _5S/ruAmVskoftri,?2\ >> 88lfRuang6nof/xdiv> fmentarmu den2nk" boxsubt0soukk dath hund$dZomww"_ihdsk_ modmol"2tivm=nw "o$dZomww"_ihdsk_m/wnTdwmepsiwhu""++ihdu" di-duter"c " p2du"p+ihdu" di-duter"c c3o-$dZomp Bltle=, -1pdgixsk_BGZ -$erVl{-1vf-n_t_5S/ruodOZnkolt Bltleamk" Ptle=, heM__lr -rsdohl"2dukrn="Pted>io d=rypi io d=rypi __lC e Pu"p+ihd'rpikgiutnm7aypgucutnvm=nw "o$dp e ucutnvu""+facated>dW__boxss od"".s=my"hOk__ednoe=1 sss=ek k ucutnvu""+fac 5Z [}'oe ot8>cmpa'"I hund$dZomww"_ed {-1pdgixlH hhsssn di-dutInt _5S/ru mtgiHoxsubt00dukrn="Pted>io d=rypi io d=rlfbed>io/Ptedkembaa kh6Onan5"Ptruopa9="floatle w-left; pa9=ass Z e15cla0ukk dath -r d 8toxs"Ptedbed>io/Ptedkembaa kh6Onan5"PtrZedsdgixio d=rlfbed>io/Ptedkembaa kh6Onan5"Ptruopa9="floatle w-left; pa9=ass Z k1 - clastt-oDks s ko a=ryps2es =-/9ct-lsr4iRuo uZodeso3ftngbe"eHoin/>p-o IneHoind/"-xmu/dl m> __lC -ro IneHoind/"Pt,tRgaaaaaJrhu""++ihdu"rlfbed=5eHoind/1onslGcorltRgaaapt" r,ete[3hlff0d0mu/dlubt //pbodTgi Vs e'-?d p-o IneHoind/"-xmu/dl m> __lC -ro IneHoind/"Pt,tRgaaaaaJrhu""xmudutedZomww"_ed {-1pdgixlH hhsssn di-dutInt _5S/ru mtgiHoxsubt00dukrn="Pted>io d=rypi cmpa'"Ienn "h=5=rypi io d=rypi io d=rypi a2a0="article__boxss od"".s=m> a2a0="arti_n pdgixlH d2an i io pss=ek kjxZmUCe o 0 p-4ere__boxss oovwc 5k kjxrh+xZW>jpIn-ls//w u' hug-e10l"xmudutedZomww"_ed {-1pdgixlhundcf- hug-e10l"xmudutedZomww"_ed {-1pdqRgaaaaaJrhu""xmudutedZomww"_ed {-1pdgixlH hhsssn di-du'mess Intnl-c= 4ute+fac 5Z [}'oe ot8>cmpa'"Ienn "h=5=rypi io d=rypi io d=rypi k= m'erbaa/reahug-e10l"xmudutedZomww"_ed -nusa 6 slj2L0,PpIntHxd__l0,PpIntHass="artGlhk-C3ftnnnno-e1wx1olj2L0,'aC -ro Inedu"/reahug-e1T-n8er6es =-/Awdi-duter"c p2es =-/Awdi-duter"c p2es =-/Awdi-duter"c p2es =-/Awdi-duter"c p2es =-/Awdi-duter"c p2es =-/Al{-1pdgix s ko 0 ",FBom/ ",FBom/ ",FBom/ ",FBom/ ",4bb 44kyter"c p2es = 0 ",FBomwu }efBom>>>huns-s=H f; cseba/e="nko >>>>la;k sbnubAmVl>dB eressss=nws Rnnhemenang! mempelajari sejarah dgn melihat kemajuan politik sebuah kerajaan dr permulaan bangkit hingga keruntuhannya selaku sebuah proses dinamis merupakan contoh berfikir secara…Mempelajari sejarah dgn melihat pertumbuhan politik suatu kerajaan dr permulaan bangkit sampai keruntuhuannya selaku sebuah proses dinamis ialah acuan berpikirmempelajari sejarah dgn melihat perkembangan politik suatu kerajaan dr awal bangun hingga keruntuhannya sebagai proses dinamis merupakan teladan berpikirMempelajari sejarah dgn melihat perkembangan politik suatu kerajaan dr awal bangkit hingga keruntuhannya selaku suatu proses dinamis merupakan acuan berpikir ?Mempelajari sejarah dgn menyaksikan perkembangan politik sebuah kerajaan dr permulaan bangun hingga keruntuhannya sebagai sebuah proses dinamis merupakan acuan berpikir dengan-cara … * Kronologis diakronismaaf klo salah Mempelajari sejarah dgn melihat pertumbuhan politik suatu kerajaan dr permulaan bangkit sampai keruntuhuannya selaku sebuah proses dinamis ialah acuan berpikir Jawaban logis Penjelasan logis ialah aliran yg sangat efesien mempelajari sejarah dgn melihat perkembangan politik suatu kerajaan dr awal bangun hingga keruntuhannya sebagai proses dinamis merupakan teladan berpikir kronologis diakronisklo gk slh Mempelajari sejarah dgn melihat perkembangan politik suatu kerajaan dr awal bangkit hingga keruntuhannya selaku suatu proses dinamis merupakan acuan berpikir ? diakronis alasannya adalah dinamis Mempelajari sejarah dgn menyaksikan perkembangan politik sebuah kerajaan dr permulaan bangun hingga keruntuhannya sebagai sebuah proses dinamis merupakan acuan berpikir dengan-cara … * Jawaban diakronik Penjelasan Berpikir diakronik merupakan berpikir kronologis atau urutan. Perkembangan politik yg diperhatikan berurutan dr permulaan berdirinya hingga runtuhnya kerajaan tersebut sehingga termasuk kedalam berpikir diakronik karena waktunya berurutan. Ilustrasi mempelajari peristiwa sejarah. Foto PixabayTidak semua peristiwa yang terjadi pada masa lampau merupakan sejarah. Suatu peristiwa dapat dikatakan sebagai sejarah apabila peristiwa tersebut membawa perubahan bagi masyarakat. Misalnya, perubahan hidup manusia dari masa praaksara ke masa buku Sejarah Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 1 karya Sulaiman Hasan dan Anik Irawati, 2017 12, ilmu sejarah diperlukan agar seseorang memahami berbagai peristiwa dan pengalaman yang terjadi di masa lampau. Sebab pada dasarnya, apa yang terjadi di masa kini merupakan hasil dari rentetan kejadian dari masa-masa itu, Ir Soekarno juga mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya mempelajari sejarah melalui slogannya “Jas Merah” atau jangan sekali-kali meninggalkan menyusun sebuah sejarah juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Sejarawan harus bisa menerapkan konsep berpikir tertentu sehingga peristiwa sejarah dapat dikaji secara sistematis dan menyusun peristiwa sejarah menggunakan konsep berpikir tertentu. Foto PixabayKonsep Berpikir SejarahDikutip dari buku Konsep Dasar Berpikir Sejarah Kelas X/Ganjil tulisan Linda Ainiyah, konsep berpikir sejarah dibagi menjadi empat macam, yaitu1. Konsep Berpikir KronologisMempelajari peristiwa sejarah akan selalu berkaitan dengan waktu. Upaya menyusun peristiwa sejarah secara teratur berdasarkan urutuan waktu disebut kronologi secara kronologi harus dilakukan untuk menghindari terjadinya kerancuan dalam pembabakan waktu sejarah, merekonstruksi masa lalu berdasarkan urutan waktu, serta menghubungkan dan membandingkan kejadian sejarah di tempat lain dalam waktu yang kronologi sejarah adalah lahirnya sebuah kerajaan yang diawali dengan peristiwa perebutan kekuasaan atau pemberontakan. Kelompok yang memenangkan pemberontakan tersebut akan mendirikan kerajaan baru. Kemudian secara kronologis digambarkan perkembangan kerajaan baru tersebut. Mulai dari siapa saja yang menjadi raja, peristiwa-peristiwa penting apa saja yang terjadi selama kerajaan itu berdiri, dan bagaimana kerajaan itu Konsep Berpikir DiakronisSejarah melihat suatu peristiwa dari rentang waktu. Oleh sebab itu, sejarah bersifat diakronis yang artinya memanjang dalam waktu, tetapi terbatas dalam sejarah lebih mementingkan proses. Ilmu sejarah berusaha menjalankan proses transformasi yang terus berlangsung dari waktu ke waktu dalam kehidupan adalah masa Demokrasi Liberal pada tahun 1950-1959. Dalam catatan sejarah, di antara tahun tersebut terjadi tujuh kali pergantian kabinet, yaituKabinet Natsir 6 September 1050- 21 Maret 1951Kabinet Sukiman 27 April 1951 - 3 April 1952Kabinet Wilopo 3 April 1952 - 3 Juli 1953Kabinet Ali Sastroamidjojo 31 Juli 1953 - 12 Agustus 1955Kabinet Burhanuddin Harahap 12 Agustus 1955 - 3 Maret 1956Kabinet Ali II 20 Maret 1956 - 4 Maret 1957Kabinet Djuanda 9 April 1957 - 5 Juli 1959Untuk menguraikan peristiwa sejarah di atas dapat direkonstruksi dengan cara berpikir diakronis, yaitu memanjangkan waktu terjadinya Demokrasi Liberal sejak 1950 hingga berakhir dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli peristiwa sejarah yang dibuat dengan konsep berpikir tertentu. Foto Pixabay3. Konsep Berpikir SinkronisBerpikir sinkronik artinya mempelajari sejarah dalam kurun waktu tertentu, tetapi dengan ruang lingkup yang lebih luas. Sejarawan dituntut untuk menerangkan suatu peristiwa secara mendalam dengan mengkaji aspek politik, ekonomi, dan sosial ini memandang adanya keselarasan antara suatu peristiwa dengan peristiwa lain. Jadi, dengan berpikir sinkronik, seseorang dapat mempelajari peristiwa secara ketika mempelajari Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Secara otomatis, seseorang juga akan mengetahui bahwa Sriwijaya mampu membentuk armada angkatan laut terkuat sekaligus mengawasi perairan di Nusantara. Kekuatan militer inilah yang menjadi jaminan keamanan bagi para pedagang di wilayah tersebut. 4. Konsep Berpikir PeriodisasiPeriodisasi adalah pengelompokkan peristiwa sejarah dalam suatu babak, masa, zaman, atau periode tertentu berdasarkan ciri-ciri yang sama. Ini berbeda dengan kronologi yang merupakan urutan waktu terjadinya peristiwa dari yang paling awal hingga paling satu contoh periodisasi adalah sebagai berikutPerodisasi Dinasti-Dinasti di ChinaDinasti Shang 1766 SM - 1122 SMDinasti Chou 1122 SM - 255 SMDinasti Chin 255 SM - 205 SMDinasti Han 205 SM - 211 SMDinasti Mongol 1279 - 1369Dinasti Ming 1369 - 1642Dinasti Manchu 1644 - 1911 – Sejarah adalah pengalaman hidup manusia pada masa lalu dan akan berlangsung terus sepanjang usia manusia. Mempelajari sejarah, antara lain bertujuan agar pengalaman manusia, baik manusia lain atau dirinya sendiri pada masa lampau, dapat dijadikan pelajaran, pengingat, inspirasi, sekaligus motivasi. Dalam buku Historiografi Barat 2014 karya Wahyu Iryana, ilmu sejarah membagi sejarah dalam dua pengertian, yaitu sejarah sebagai peristiwa dan sejarah sebagai kisah. Sejarah dalam pengertian kedia merupakan ilmu yang mempelajari peristiwa yang bersangkut paut dengan kehidupan manusia pada masa lampau secara selektif. Sejarah dan ilmu sosial memiliki hubungan yang timbal balik. Sebab, pada dasarnya, sejarah adalah bagian dari ilmu sosial. Sejarah dan ilmu sosial memiliki ikatan yang tidak terpisahkan. Konsep Berpikir Diakronis dan Contohnya Apa itu konsep berpikir sinkronik? Sinkronik bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi dalam suatu masa yang terbatas. Sinkronik berasal dari bahasa Yunani, “Syn” artinya dengan dan “khronos” artinya waktu atau masa. Berpikir sejarah secara sinkronik berarti berpikir meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu. Pendekatan sinkronik biasa digunakan dalam ilmu-ilmu sosial. Sinkronik lebih menekankan pada struktur dan hanya menganalisis suatu kondisi tertentu. Apa tujuan berpikir sinkronik? Tujuan berpikir sinkronik dalam mempelajari sejarah adalah melihat perubahan segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi pada suatu masa. Sumber Sejarah Primer dan Sekunder Apa ciri-ciri konsep berpikir sinkronik? Dalam konsep berpikir sinkronik terdapat beberapa ciri, di antaranya Mengkaji peristiwa sejarah pada masa tertentu Bersifat horizontal Tidak memiliki konsep perbandingan Bersifat kronologis Kajian lebih terstruktur Kajian yang sistematis Kajian lebih mendalam dan serius Jangkauan lebih sempit Pengunjung melihat koleksi di Museum HM Soeharto, Yogyakarta. Contoh konsep berpikir sinkronis Dilansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, berpikir sinkronis dengan menyertakan cara berpikir ilmu-ilmu sosial. Misalnya dalam materi demokrasi liberal 1950-1959 yang dilihat secara kondisi ekonominya. Meskipun Indonesia telah merdeka, tetapi kondisi ekonomi pada saat demokrasi liberal masih sangat buruk. Apa Itu Sejarah? Definisi dan Syarat Sejarah Faktor yang menyebabkan ekonomi tersendat pada waktu itu, adalah Indonesia hanya mengandalkan satu jenis ekspor hasil bumi. Bangsa Indonesia menanggung beban ekonomi dan keuangan yang telah ditetapkan dalam Konferensi Meja Bundar. Defisit yang harus ditanggung pemerintah pada waktu itu sebesar Rp 5,1 miliar yang dirancang Belanda. Pemerintah belanda tidak mewarisi nilai-nilai yang cukup untuk mengubah sistem ekonomi kolonial menjadi nasional. Situasi keamanan dalam negeri yang tidak menguntungkan. Tidak stabilnya situasi politik dalam negeri mengakibatkan banyak pengeluaran diluar rencana. Jumlah angka pertumbuhan penduduk yang besar Dari uraian ekonomi tersebut dapat direkonstruksikan dengan berpikir sinkronis, yaitu menganalisa permasalahan ekonomi masyarakat Indonesia pada masa Demokrasi Liberal. Dengan melibatkan cara berpikir ilmu sosial maka kajian sejarah akan sangat bermanfaat bagi kehidupan di masa yang akan datang. Manfaat Sejarah Intrinsik dan Ekstrinsik Pada masa Demokrasi Liberal dapat dianalisa bagaimana kondisi ekonomi masyarakat saat itu dalam memperjuangkan hidupnya setelah merdeka. Peristiwa sejarah tidak lepas dalam konsep ruang dan waktu. Ruang merupakan tempat suatu peristiwa terjadi, sedangkan waktu adalah saat terjadinya peristiwa sejarah. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram “ News Update”, caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Aloha, Quipperian! Kali ini ketemu lagi di Quipper Blog dalam pembahasan konsep berpikir sejarah, nih. Ayo, siapa yang selama ini kurang suka sama pelajaran Sejarah karena isinya penuh sama hafalan nama, tanggal, atau peristiwa? Nah, kalau kamu mau bikin pelajaran Sejarah disenangi, sekarang saatnya ubah mindset kamu, Quipperian. Pelajaran Sejarah ini enggak cuma sebatas informasi tentang masa lalu, tapi juga bagaimana kita menginterpretasikan hal-hal bersejarah tersebut. Sebab, yang namanya sejarah biasanya enggak cuma sekadar teks yang terlihat’, tapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor tak terlihat seperti latar belakang budaya pada masanya, nilai sosial yang dijunjung pada masanya, dan lain-lain. Untuk itu, biar kamu bisa jadi ahli sejarah’ atau at least mirip-mirip dengan sejarawan, kamu harus bisa menerapkan konsep berpikir sejarah dalam kehidupan sehari-hari, nih. Secara singkat, konsep berpikir sejarah ada 4, yakni kronologis, periodisasi, diakronis, dan sinkronis. Mau tahu pembahasannya satu per satu? Kuy, langsung simak di bawah ini! Konsep Berpikir Kronologis Secara sempit, kronologi bisa diartikan sebagai urutan waktu kejadian. Untuk itu, konsep berpikir kronologis menuntut kita untuk bisa berpikir secara runtut, teratur, sesuai dengan urutan waktu dan tidak melompat-lompat atau berbalik anakronis. Dengan konsep berpikir kronologis, sejarah bisa memberikan gambaran utuh suatu peristiwa sesuai dengan urutan waktu kejadian. Dengan kata lain, kronologi bisa membantu merekonstruksi kembali suatu peristiwa bersejarah sesuai dengan urutan waktunya. Nah, dalam kehidupan sehari-hari, konsep berpikir kronologis ini sangat dibutuhkan untuk memecahkan masalah. Kalau kamu enggak berpikir secara runtut dan berkesinambungan, tentu saja kamu enggak bisa memecahkan masalah atau menemukan solusi yang tepat. Konsep Berpikir Periodisasi Periodisasi adalah pembabakan waktu yang merupakan salah satu bentuk penulisan sejarah guna memahami rangkaian peristiwa sejarah. Catatan periodisasi sifatnya subjektif tergantung terhadap tulisan sejarawan dalam kerangka penulisannya. Menurut Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo, periodisasi dibuat berdasarkan derajat integrasi yang pernah dicapai Indonesia pada masa lalu dan dipengaruhi oleh faktor ekonomi yang memengaruhi perkembangan budaya, kultur, politik, dan sosial di Indonesia, sehingga kita bisa membuat periodisasi yang bisa dibedakan jadi 2, yaitu pengaruh Hindu dan pengaruh Islam. Biar kamu enggak bingung, berikut ini merupakan contoh periodisasi sejarah Indonesia menurut beberapa tokoh. Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo Prasejarah Zaman Kuno 1 Masa kerajaan-kerajaan tertua. 2 Masa Sriwijaya dari abad VII – XIII atau XIV. 3 Masa Majapahit dari abad XIV – XV. Zaman Baru 1 Masa Aceh, Mataram, Makassar/Ternate/Tidore sejak abad XVI. 2 Masa perlawanan terhadap Imperialisme Barat abad XIX. 3 Masa pergerakan nasional abad XX. Masa Republik Indonesia sejak tahun 1945 Mohammad Yamin Zaman Prasejarah sampai tahun 0. Zaman Protosejarah, tahun 0 sampai abad ke-4. Zaman Nasional, dari tahun abad ke-4 sampai abad ke-6. Zaman Internasional, yaitu abad ke-16 sampai kira-kira tahun 1900. Abad Proklamasi mulai kira-kira tahun 1900. de Graaf Dalam buku yang berjudul Geschiedenis van Indonesia tahun 1949, de Graaf menuliskan periodisasi sejarah Indonesia sebagai berikut. Orang Indonesia dan Asia Tenggara sampai 1650 yang meliputi 1 Zaman Hindu; 2 Zaman penyiaran Islam dan berdirinya kerajaan Islam. Bangsa Barat di Indonesia 1511-1800. Orang Indonesia pada zaman VOC 1600-1800. Organisasi VOC di luar Indonesia. Orang Indonesia dalam lingkungan Hindia Belanda sesudah 1800 diakhiri dengan pemerintahan Ratu Wilhelmina. Konsep Berpikir Diakronis Diakronis secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, yakni dia dan khronos. Dia punya arti melewati’ atau melintas’, sedangkan khronos artinya perjalanan waktu’. Dengan begitu, kita bisa mendefinisikan diakronis sebagai peristiwa yang dalam prosesnya melewati perjalanan waktu karena subjek dalam sejarah berhubungan dengan segala sesuatu dalam sudut pandang waktu. Dalam konsep berpikir sejarah, diakronis punya makna terhadap suatu peristiwa dengan cara penelusuran di masa lalu. Sebuah peristiwa sejarah tidak berdiri sendiri, tapi pasti dibarengi dengan peristiwa sebelumnya atau yang kita kenal dengan sifat kausalitas sebab-akibat. Jadi, pola berpikir diakronis sangat mementingkan proses terjadi sebuah peristiwa. Melalui pendekatan diakronis, sejarawan bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan variabel pada sesuatu hingga memungkinkan penyebab sebuah peristiwa yang lahir dari peristiwa sebelumnya untuk ditafsirkan. Misalnya, dalam menjelaskan peristiwa menjelang Sumpah Pemuda, Oktober 1928, harus dijelaskan pula peristiwa-peristiwa yang jadi latar belakangnya. Konsep Berpikir Sinkronis Konsep berpikir yang satu ini ialah memahami sebuah peristiwa dengan mengabaikan aspek perkembangannya dan lebih memperluas ruang dalam peristiwa tersebut. Cara berpikir sinkronis sangat memengaruhi kelahiran sejarah baru yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu-ilmu sosial. Pengaruh ini bisa digolongkan dalam 3 jenis, yakni konsep, teori, dan permasalahan. Contoh konsep berpikir sinkronis ialah pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 yang dijelaskan dengan menggunakan aspek sosial, ekonomi, dan politik. Jadi, dalam mempelajari sejarah, konsep berpikir sinkronis lebih meneliti kepada gejala-gejala yang meluas pada ruang, tapi dalam waktu yang terbatas. Wah, gimana Quipperian, sudah cukup jelas belum pembahasan Quipper Blog mengenai konsep berpikir sejarah di atas? Tenang, kalau masih belum jelas kamu bisa banget kok lanjut belajar bareng Quipper Video. Di sana masih banyak penjelasan lewat video para tutor kece, rangkuman, dan latihan soal berbagai materi mata pelajaran. Mudah-mudahan artikel ini membantu kamu dan sampai jumpa di artikel lainnya, ya! Penulis Serenata

mempelajari sejarah dengan melihat perkembangan politik sebuah kerajaan